Assalamu'alaikum Wr. Wb. Nama saya Muhammad Al Fatih. Tujuan saya membuat blog ini adalah untuk menunjang mata pelajaran Bahasa Indonesia. Terima kasih atas kunjungannya. Semoga setelah mengunjungi blog saya, dapat memperluas wawasan anda. Wassalamualaikum Wr. Wb.
Thursday, 24 April 2014
meminta maaf
Sebagai manusia, tentu saja kita sering membuat kesalahan. Setelah kita membuat kesalahan, seharusnya kita meminta maaf. Banyak orang yang menganggap bahwa meminta maaf itu cukup dengan hanya mengucapkan maaf kepada orang yang telah kita buat salah, tetapi seharusnya selain mengucapkan maaf, kita juga tidak boleh mengulangi kesalahan yang telah kita perbuat.
Dalam hidup, selain ada hubungan vertikal dengan allah, ada juga hubungan horizontal dengan sesama manusia. Apabila hubungan vertikal kita jelek, kita cukup bertobat kepada allah swt dan tidak mengulangi lagi. Sedangkan apabila hubungan horizontal kita jelek, selain bertobat kepada allah dan tidak mengulangi lagi, kita juga harus meminta maaf atas kesalahan kita dan menyebutkan kesalahan apa yang telah kita perbuat, walaupun orang tersebut membalas dendam kepada kita untuk memaafkan kita.
Ada yang bilang, meminta maaf itu seperti buang angin. Apabila ditahan, rasanya tidak enak, apabila dilakukan rasanya malu, dan apabila telah dilakukan rasanya lega.
Dalam alquran , tidak ditemukan perintah untuk meminta maaf. Namun, dalam al-Hadis ditemukan perintah untuk berusaha dihalalkan dosa-dosa kita kepada saudara kita, yang berarti kita diminta untuk meminta maaf atau dimaafkan. Hal ini sebagaimana diungkapkan sebuah hadis Nabi saw. Abu Hurairah berkata, telah bersabda Rasulullah saw, “Barangsiapa pernah melakukan kezaliman terhadap saudaranya, baik menyangkut kehormatannya atau sesuatu yang lain, maka hendaklah ia minta dihalalkan darinya hari ini, sebelum dinar dan dirham tidak berguna lagi (hari kiamat). (Kelak) jika dia memiliki amal saleh, akan diambil darinya seperti kesalahannya. Dan jika dia tidak mempunyai kebaikan (lagi), akan diambil dari keburukan saudara kemudian dibebankan kepadanya. (al-Bukhari)
Jadi, mulai sekarang kita mulai mengingat ingat kesalahan kepada orang lain dan mulai meminta maaf kepada orang tersebut.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment