I.
Pengertian Anekdot
Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu
atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya.
Anekdot bisa saja sesingkat pengaturan dan provokasi dari sebuah kelakar.
Anekdot selalu disajikan berdasarkan pada kejadian nyata melibatkan orang-orang
yang sebenarnya, apakah terkenal atau tidak, biasanya di suatu tempat yang
dapat diidentifikasi. Namun, seiring waktu, modifikasi pada saat penceritaan
kembali dapat mengubah sebuah anekdot tertentu menjadi sebuah fiksi, sesuatu
yang diceritakan kembali tapi "terlalu bagus untuk nyata". Terkadang
menghibur, anekdot bukanlah lelucon, karena tujuan utamanya adalah tidak hanya
untuk membangkitkan tawa, tetapi untuk mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih
umum daripada kisah singkat itu sendiri, atau untuk melukiskan suatu sifat
karakter dengan ringan sehingga ia menghentak dalam kilasan pemahaman yang
langsung pada intinya. Novalis mengamati "Eine Anekdote ist eines
historisches Elemen - ein historisches Molekül oder Epigramm". Sebuah monolog singkat yang diawali
"Seorang pria muncul di sebuah bar ..." akan menjadi lelucon. Sebuah
monolog singkat yang diawali "Setelah J. Edgar Hoover muncul di sebuah bar
..." akan menjadi sebuah anekdot. Dengan demikian sebuah anekdot lebih
dekat dengan tradisi tamsil daripada dongeng yang secara terbuka diciptakan
dengan karakter hewan dan tokoh manusia yang umum -- tetapi ia berbeda dengan
perumpamaan dalam spesifisitas sejarah yang diklaimnya.
Anekdot
terkadang bersifat sindiran alami. Di bawah rezim otoritarian di Uni Soviet
berbagai macam anekdot politik tersebar di masyarakat sebagai satu-satunya cara
untuk membuka dan mencela kejahatan dari sistem politik dan pemimpinnya. Mereka
mentertawakan kepribadianVladimir Lenin, Nikita Khrushchev, Leonid Brezhnev,
dan pemimpin Soviet lainnya. Pada zaman Rusia modern ada banyak anekdot tentang
Vladimir Putin.
Kata 'anekdot'
dalam (Yunani: ἀνέκδοτον
"tidak diterbitkan", secara harfiah "tidak dikeluarkan")
berasal dari Procopius Of Caesaria, penulis biografi dari Justinan I , yang membuat sebuah karya berjudul
Ἀνέκδοτα
(Anekdota, secara beragam diterjemahkan dengan Memoar yang tak diterbitkan atau Kisah
Rahasia), yaitu sebuah koleksi kejadian-kejadian singkat dari kehidupan pribadi
dari istanaBizantin. Secara bertahap, makna anekdot dipakai untuk setiap kisah singkat
yang digunakan untuk menekankan atau mengilustrasikan apapun poin yang si
penulis inginkan.
II.
Contoh Anekdot
1.
Tips penerimaan karyawan baru
Anda sedang
men-seleksi calon karyawan baru?? Ada segudang pertanyaan yang dapat diajukan
untuk mengetahui cara berfikir dan wawasan mereka. Salah satu contoh pertanyaan
yang dapat diajukan untuk test bagi calon karyawan sebagai berikut.
Seorang manager
HRD sedang menyaring pelamar untuk satu lowongan dikantornya. Setelah membaca
seluruh berkas lamaran yang masuk, dia menemukan 4 orang calon yang cocok. Dia
memutuskan memanggil ke-4 orang itu dan menanyakan 1 pertanyaan saja. Jawaban
mereka akan menjadi penentu apakah akan diterima atau tidak.
Harinya tiba dan
ke-4 orang itu sudah duduk rapi di ruangan interview. Si Manager lalau
mengajukan 1 pertanyaan: setahu Anda, apa yang bergerak paling cepat? Kandidat
I menjawab, “PIKIRAN”. Dia muncul begitu saja di dalam kepala,tanpa peringatan,
tanpa ancang-ancang. Tiba-tiba saja dia sudah ada.Pikiran adalah yang bergerak
paling cepat yang saya tahu”. “Jawaban yang sangat bagus”, sahut si Manager.
“Kalau menurut Anda?”, tanyanya ke
kandidat II. “Hm….KEJAPAN MATA! Datangnya tidak bisa diperkirakan, dan tanpa
kita sadari mata kita sudah berkejap. Kejapan mata adalah yang bergerak paling
cepat kalau menurut saya”.”Bagus sekali! Dan memang ada ungkapan ’sekejap mata’
untuk menggambarkan betapa cepatnya sesuatu terjadi”.
Si manager
berpaling ke kandidat III, yang kelihatan berpikir keras. “NYALA LAMPU adalah
yang tercepat yang saya ketahui”, jawabnya, “Saya sering menyalakan saklar di
dalam rumah dan lampu yang di taman depan langsung saat itu juga menyala” Si
manager terkesan dengan jawaban kandidat III. “Memang sulit mengalahkan
kecepatan cahaya”, pujinya.
Dilirik oleh
sang manager, kandidat IV menjawab, “Sudah jelas bahwa yang paling cepat itu
adalah DIARE”. “APA???!!!”, seru sang manager yangterkaget-kaget dengan jawaban
yang takterduga itu. “Oh saya bisa menjelaskannya” , kata si kandidat. “Dua
hari lalu kan perut saya mendadak mules sekali. Cepat-cepat saya berlari ke
toilet.Tapi sebelum saya sempat BERPIKIR, MENGEJAPKAN MATA atau MENYALAKAN
LAMPU, saya sudah berak di celana”
Tentu saja
kandidat terakhir yang diterima….
2.
Fatwa
Menikah
Suatu sore di
akhir Ramadhan, beberapa orang ikhwah tampak sedang bercengkrama di teras
masjid Baitul Hikmah, Cilandak sambil menunggu waktu berbuka puasa. Mereka
semua adalah para peserta I’tikaf Ramadhan yang datang dari tempat yang
berbeda-beda. Dan mereka kini terlibat pembicaraan serius tentang kegiatan
dakwah di kampusnya masing-masing. Beberapa saat kemudian datang seorang Ikhwah
dengan tergesa-gesa, membawa suatu kabar.
”Assalamualaikum
wr wb, Ikhwan semua, antum sudah dengar belum ada fatwa terbaru dari Dewan
Syariah, baru keluar pagi tadi lho!”
Dengan serempak
mereka menjawab,
” Waalaikum
salam, fatwa terbaru tentang apa akhi ? ”
” Tentang
Menikah !”
” Menikah ? apa
saja isi fatwa tersebut ? ”
” Isinya cuma
satu pasal tapi penting, bahwa mulai sekarang seorang Ikhwan tidak boleh
menikah dengan akhwat satu kampus.”
Semua ikhwah
yang mendengar terkejut, dan saling memberi komentar satu sama yang lain.
“Apa alasannya
akhi, khan tidak melanggar syar’i ?”
“Kok bisa
begitu, lalu bagaimana sama yang sudah berproses, langsung dibatalkan ya ..”
“Ane kira ini
untuk kepentingan perluasan dakwah juga ..”
“Kalau ane sih
milih sami’na wa atho’na saja..”
Setelah beberapa
saat terjadi tukar pendapat satu sama lain, akhirnya sang Akhi yang datang bawa
kabar tersebut dengan mimik serius menjelaskan,
“Tenang Akhi..,
fatwa tersebut memang harus di dukung dan ada dalilnya kok, bukankah Syariah
Islam membatasi seorang Ikhwan untuk menikah hanya sampai dengan empat orang
akhwat, maka bagaimana mungkin seorang ikhwah mau menikah dengan ‘akhwat satu
kampus’ yang jumlahnya ratusan ..!”
3. Teka-teki
Suksesi
Seorang
wakil presiden dimasa Orde Baru, sebut saja namanya Tresno. Sebagai wakil
presiden yang baik, ia ingin belajar dari Lee Kuan Yew bagaimana caranya
memilih Menteri yang pintar. Maka dia datang ke Singapura diam-diam.
"Bagaimana caranya memilih Menteri yang pintar, Pak Lee??"
"Gampang", jawab Lee, “Kita test saja kecerdasannya”.
Dan
tokoh Singapura itupun Memanggil perdana menterinya, Goh Chok Tong. Lee
mengajukan satu pertanyaan yang harus dijawab Goh dengan cepat dan tepat :
"Hai, Chok Tong, misalkan orang tuamu punya anak tiga orang, Siapakah
gerangan anak yang bukan kakakmu, dan Bukan pula adikmu?" Goh menjawab
dengan tangkas,"Ya itu saya sendiri." Lee bertepuk tangan,
"Angka 10 untuk Goh. Sebab itu dia kupilih!"
Tresno
sangat terkesan dengan cara memilih gaya Lee Kuan Yew ini. Dia pulang ke
Jakarta dan segera mau menguji Moko
“Pak Moko,,” kata Tresno, "Saya ingin menguji sampeyan. Ada satu pertanyaan yang harus sampeyan jawab : Misalkan orang tua sampeyan punya anak tiga orang. Siapakah gerangan anak yang bukan kakak sampeyan dan bukan pula adik sampeyan??"
Ternyata Moko tidak segera bisa menjawab.
“Pak Moko,,” kata Tresno, "Saya ingin menguji sampeyan. Ada satu pertanyaan yang harus sampeyan jawab : Misalkan orang tua sampeyan punya anak tiga orang. Siapakah gerangan anak yang bukan kakak sampeyan dan bukan pula adik sampeyan??"
Ternyata Moko tidak segera bisa menjawab.
Tapi
dia punya akal dan minta permisi sebentar keluar ruangan, dimana menunggu
Surata. "Coba mas Rata", Katanya kepada bawahannya ini.
"Misalkan orang tua situ punya anak tiga orang. Siapakah gerangan anak
yang bukan kakak situ dan bukan pula adiknya situ??" Surata berfikir lima
menit, lalu menjawab :"Itu saya, Pak." Moko senang bukan main, da
masuk kembali ke ruang Tresno.
Dia
langsung maju."Jadi tadi petunjuknya… eh, pertanyaannya bagaimana,Pak
Tres??". Tres dengan sabar mengulangi,"Orang Tua sampeyan punya anak
tiga orang. Siapakah anak yang bukan kakak sampeyan dan bukan adik
sampeyan??" Moko kali ini menjawab tangkas :"Ya..Surata, Pak!!".
Tres ketawa geli.."Pak Moko ini gimana!! Jawabnya yang benar, ya..Goh Chok
Tong, dong!!"
3. Arti
Kata Politik
Seorang
murid sekolah dasar mendapat pekerjaan rumah dari gurunya untuk menjelaskan
arti kata POLITIK.
Karena
belum memahaminya, ia kemudian bertanya pada ayahnya. Sang Ayah yang
menginginkan si anak dapat berpikir secara kreatif kemudian memberikan
penjelasan, "Baiklah nak, ayah akan mencoba menjelaskan denga perumpamaan,
misalkan Ayahmu adalah orang yang bekerja untuk menghidupi keluarga, jadi kita
sebut ayah adalah investor. Ibumu adalah pengatur keuangan, jadi kita
menyebutnya pemerintah. Kami disini memperhatikan kebutuhan-kebutuhanmu, jadi
kita menyebut engkau rakyat. Pembantu, kita masukkan dia ke dalam kelas
pekerja, dan adikmu yang masih balita, kita menyebutnya masa depan. Sekarang
pikirkan hal itu dan lihat apakah penjelasan ayah ini bisa kau pahami?"
Si
anak kemudian pergi ke tempat tidur sambil memikirkan apa yang dikatakan
ayahnya. Pada tengah malam, anak itu terbangun karena mendengar adik bayinya
menangis. Ia melihat adik bayinya mengompol. Lalu ia menuju kamar tidur orang
tuanya dan mendapatkan ibunya sedang tidur nyenyak. Karena tidak ingin
membangunkan ibunya, maka ia pergi ke kamar pembantu. Karena pintu terkunci,
maka ia kemudian mengintip melalui lubang kunci dan melihat ayahnya berada di
tempat tidur bersama pembantunya.
Akhirnya
ia menyerah dan kembali ke tempat tidur, sambil berkata dalam hati bahwa ia
sudah mengerti arti POLITIK.
Pagi harinya, sebelum berangkat ke sekolah ia mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya dan menulis pada buku tugasnya:
Pagi harinya, sebelum berangkat ke sekolah ia mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya dan menulis pada buku tugasnya:
"Politik
adalah hal dimana para Investor meniduri kelas Pekerja, sedangkan Pemerintah
tertidur lelap, Rakyat diabaikan dan Masa Depan berada dalam kondisi yang
menyedihkan."
No comments:
Post a Comment